New York Giants

Jumat, 20 April 2012

Sabtu, 24 Maret 2012

Indah Cintaku !



ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
dekat denganmu setiap hariku
sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
ku ingin hanya satu tuk selamanya

ku tak melihat dari sisi sempurnamu
tak peduli kelemahanmu
yang ada aku jatuh cinta karena hatimu


cintaku tak pernah memandang siapa kamu
tak pernah menginginkan kamu lebih
dari apa adanya dirimu selalu


cintaku terasa sempurna karena hatimu
selalu menerima kekuranganmu
sungguh indah cintaku



Kamis, 15 Maret 2012

Cinta Bersabarlah !




walau sehari ku tak berhenti
untuk mencari bunga hati




oh rasa cinta bersabarlah menantinya
begitu lama aku mencoba
dan sampai tak berdaya




walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak terlihat
tapi ku percaya cinta itu indah .. !!

Rabu, 14 Maret 2012

Setia Sepanjang Masa !!






Disebuah rumah sederhana yang asri tinggale sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.



Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.



Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.



Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.



Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri

“Kenapa Bu?”



Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.



“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.



Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.



Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.



“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.



Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang,

kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.



Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….



Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.



Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan

setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam

“Terimakasih ya, Bu ”.



“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapa, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.



“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.



Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapa kok bicara begitu?

Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.



Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”



Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,



Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.



Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.



Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.

Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir.



Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.



“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.



Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.

Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.



Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,



Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.



Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.



Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.

Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.



“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir,Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,

Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”



Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapa sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."



Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.

Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…..


Selasa, 13 Maret 2012

Expression of Love




Smile to me and don't leave me
Cause you're my hearth, please don't leave me alone
You gave me your love with all your heart
I never have this kind a girl like you before

It's not cliche, it's real
I just need you to believe
I will never treat you bad
Cause you're the one that I love

As the time goes on
That doesn't really matter it couldn't change our heart
And none will ever be
Cause your love always in my hearth and it kept me warm

None seems to care
But we don't really care ..



Jumat, 09 Maret 2012

Ungkapan Hati



Seangun warna senja menyapa..
Bersambut musim yang dijalani..
Semoga bintang penuh harapan,
Yang mencoba tuk terangi dirimu dalam gelapnya malam..

Ungkapanku untuknya,
Untuk seorang wanita yang jauh disana..
Dia yang ku puja dan ku puji..
Takkan pernah ku merasa jenuh, dirinya dihatiku..

Parasnya sungguh indah sekali..
Sehingga menggugah rasaku tuk ingin selalu bersamanya..
Senyumnya yang menggetarkan jiwaku..
Merasa penat dalam alunan syair puisiku..